Warga Sarmi Tenggelam Saat Membuang Jaring, Jenazah Yusup Ditemukan Mengapung
NEWS SARMI– Peristiwa tragis itu bermula ketika korban berangkat ke pesisir pantai untuk melaut seperti biasanya. Yusup, yang dikenal sebagai nelayan ulet dan ramah di lingkungan sekitar, diduga tengah melempar jaring ikan di laut. Namun, nahas, ia diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam air.
Suasana duka menyelimuti warga Kampung Tafarewar, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, setelah seorang warga bernama Yusup Mainatu (57) ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam saat membuang jaring di perairan setempat, Minggu pagi (tanggal menyesuaikan).
Penemuan Jenazah oleh Warga
Sekitar pukul 10.00 WIT, seorang warga bernama Maksi Pomen yang sedang duduk di depan rumahnya melihat sesuatu mengapung di permukaan air. Penasaran, ia mendekati objek tersebut dan terkejut setelah mengetahui bahwa itu adalah tubuh Yusup yang sudah tidak bernyawa.
Maksi segera bergegas memberi tahu warga sekitar. Dalam waktu singkat, masyarakat bersama-sama menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Sarmi agar segera ditangani.
Evakuasi dan Pemeriksaan Medis
Tak berselang lama, aparat kepolisian tiba di lokasi dan bersama warga mengevakuasi jenazah korban ke Puskesmas Sarmi. Namun, sesampainya di fasilitas kesehatan, tim medis menyatakan bahwa Yusup sudah meninggal dunia sebelum mendapat penanganan lebih lanjut.
“Dugaan sementara korban terpeleset atau kehilangan keseimbangan saat sedang membuang jaring. Namun penyelidikan masih akan dilakukan untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Kapolsek Sarmi Kota, Iptu Suhartono.
Imbauan untuk Warga Nelayan
Atas kejadian ini, Kapolsek Sarmi Kota mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama karena kondisi laut sering kali tidak dapat diprediksi.

Baca Juga: Pendataan OAP Libatkan Lima Suku Besar untuk Data Berkeadilan
“Kami turut berduka cita dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati,” ungkapnya.
Suasana Duka di Kampung Tafarewar
Jenazah Yusup kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Tangis haru mengiringi prosesi penyerahan jenazah, sementara warga kampung turut hadir memberikan dukungan dan doa.
Bagi masyarakat setempat, Yusup dikenal sebagai sosok yang sederhana, rajin melaut, serta kerap membantu tetangganya. Kehilangan dirinya menjadi duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga tetapi juga seluruh warga yang mengenalnya.
“Beliau orangnya baik, suka menolong, dan selalu ramah kalau bertemu. Kami semua merasa sangat kehilangan,” ujar salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.
Potret Risiko Profesi Nelayan
Kasus tenggelamnya Yusup kembali menjadi pengingat bahwa profesi nelayan memiliki risiko tinggi. Keterbatasan alat keselamatan, kondisi ombak yang tidak menentu, serta faktor kelelahan sering kali menjadi ancaman bagi mereka yang sehari-hari menggantungkan hidup dari laut.
Banyak warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah maupun pihak terkait, terutama dalam penyediaan sarana keselamatan bagi nelayan kecil di daerah pesisir. Dengan demikian, peristiwa serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang.








